3. TANTANGAN KOMPETITIF MSDM
A. Faktor Eksternal Organisasi
• Tantangan-tantangan teknologi
Dampak kemajuan teknologi pada manajemen personalia terjadi melalui dua cara. Cara pertama adalah melalui pengaruh teknologi yang mengubah industri secara keseluruhan. Sebagai contoh, kemajuan teknologi di bidang transpoortasi dankomunikasi telah meningkatkan mobilitas angkatan kerja. Lebih lanjut, departemenpersonalia perlu merancang kegiatan-kegiatan pengaturan dan pendayagunaan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan operasi perusahaan akibat inovasi teknologi.
• Tantangan-tantangan teknologi
Dampak kemajuan teknologi pada manajemen personalia terjadi melalui dua cara. Cara pertama adalah melalui pengaruh teknologi yang mengubah industri secara keseluruhan. Sebagai contoh, kemajuan teknologi di bidang transpoortasi dankomunikasi telah meningkatkan mobilitas angkatan kerja. Lebih lanjut, departemenpersonalia perlu merancang kegiatan-kegiatan pengaturan dan pendayagunaan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan operasi perusahaan akibat inovasi teknologi.
• Angkatan Kerja
Angkatan Kerja merupakan kelompok individu dari luar yang menjadi pekerja dalam
organisasi.Kemampuan dari tenaga kerja organisasi menentukan seberapa besar
dapat meraih misinya.Sejak tenaga kerja baru dipekerjakan dari luar organisasi
, angkatan kerja dipertimbangkan sebagai factor lingkungan eksternal.
Angkatan kerja selalu berubah dan pergantian ini menimbulkan perubahan angkatan
kerja dalam organisasi. Perubahan ini meliputi ras, jenis
kelamin/gender, usia, nilai, dan norma budaya.
• Legal Consideration
Masalah signifikan lain yang mempengaruhi SDM berhubungan dengan undang-undang local dan Negara bagian adalah tentang peluang kerja yang sama (equal employment opportunity).Untuk menghindari masalah ras, warna kulit, agama,jenis kelamin atau negeri asalmaka dibentuk suatu badan/komisi untuk menangani masalah tersebut. Equal Employment Opportunity Comission merupakan komisi yang diberi kuasa untukmenyelidiki keluhan-keluhan diskriminasi pekerjaan dan menggugat atas nama pihak yang mengeluh. Masalah hukum, keputusan pengadilan dan tindakan afirmatif berakibat pad aaktivitas SDM.
• Konsumen
Konsumen menukarkan sumber daya yang pada umumnya berbentuk uang dengan produk dan
jasa organisasi . Konsumen bisa terdiri dari lembaga seperti sekolah, rumah
sakit, atau kantor pemerintah, atau organisasi lain seperti kontraktor, distributor, pabrik atau individual.Taktik menjual bervariasi menurut pelanggan dan situasi pasar.Biasanya dilakukan analisis pelanggan potensial dan kondisi pasar serta menentukan kampanye pemasaran berdasar analisis.
• Tantangan-Tantangan Ekonomi
Berbagai tantangan siklus bisnis mempengaruhi kegiatan-kegiatan personsalia. Sejalan latihan tumbuh dan berkembang. Perkembangan-perkembangan ini selanjutnya memberikan tekanan pada peningkatan upah, penawaran “benefits” yang lebih baik,dan perbaikan kondisi kerja.
• Keadaan Politik dan Pemerintah
Berbagai faktor politik telah menjadi pertimbangan yang semakin penting bagi pengambilankeputusan-keputusan dibidang personalia.Departemen personalia tidak mungkin mengabaikan konsekuensi-konsekuensi atau dampak berbagai kegiatan personalia terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah.Faktor stabilitas politik dan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan pemerintah merupakan pertimbangan utama bagi para manajer dalam pelaksanaan fungsi personalia. Sebagai contoh, keputusan tentang pemutusanhubungan kerja (PHK)tidak bisa diambil sewenang-wenang oleh perusahaan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap stabilitas politik, program dan peraturan pemerintah.
• Tantangan-Tantangan Demografis
Kondisi demografis menggambarkan komposisi angkatan kerja, seperti tingkat
pendidikan, umur, persentase penduduk yang termasuk angkatan kerja dan
karakteristik-karakteristik populasi lainnya. mesikpun perubahan-perubahan demografis biasanya bisa diketahui sebelumnya, terjadi dengan lambat dan dapat diukur dengan baik, departemen personalia perlu mengantisipasi dampaknya
terhadap organisasi. Sebagai contoh, distribusi umur penduduk mengharuskan
perusahaan untuk menyesuaikan tipe-tipe “fringe benefits” yang ditawarkan.
Perubahan- perubahan demografis juga bisa mencerminkan pergeseran-pergeseran
berbagai nilai budaya.
• Kondisi Geografis
Kondisi demografis menggambarkan komposisi angkatan kerja, seperti tingkat
pendidikan, umur, persentase penduduk yang termasuk angkatan kerja dan
karakteristik-karakteristik populasi lainnya.mesikpun perubahan-perubahan
demografis biasanya bisa diketahui sebelumnya, terjadi dengan lambat dan dapat
diukur dengan baik, departemen personalia perlu mengantisipasi dampaknya
terhadap organisasi. Sebagai contoh, distribusi umur penduduk mengharuskan
perusahaan untuk menyesuaikan tipe-tipe “fringe benefits” yang ditawarkan.
Perubahan- perubahan demografis juga bisa mencerminkan pergeseran-pergeseran
berbagai nilai budaya.
• Kondisi Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya merupakan pertimbangan penting bagi pengambilan keputusan
personalia.Kondisi ini berkenaan dengan kepercayaan, nilai-nilai, sikap, pandangan dan pola atau gaya kehidupan yang berkembang dan terbentuk dari dinamika kebudayaan, ekologi, demografis, geografis, religius, pendidikan dan faktor-faktor etnis lainnya. Perubahan-perubahan kondisi atau nilai- nilai sosial budaya merupakan tantangan-tantangan bagi manajemen personalia.Peningkatan partisifasi wanita dalam pasar tenaga kerja adalah contoh pertama perubahan sosial yang mempunyai berbagai implikasi demografis.Perubahan ini telah banyak mempengaruhi kebijaksanaan-kebijaksanaan pengupahan dan kompensasilainnya serta program-program latihan dan pengembangan.
• Pasar Tenaga Kerja
Kemampuan menarik dan mempertahankan karyawan yang cakap merupakan kebutuhan prasyarat bagi sukses perusahaan. Ada tiga faktor yang paling mempengaruhi kegiatan pemenuhan kebutuhan personalia perusahaan, yaitu reputasi perusahaan dimata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja, dan tersedianya tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan .ketigakondisi ini sangat berpengaruh pada kegiatan-kegiatan penarikan, seleksi dan
administrasi personalia lainnya.
• Kegiatan-Kegiatan Para Pesaing
Kasus pembajakan para manajer, yang diungkap banyak media masa beberapa waktu yanglalu, adalah sebuah contoh yang gamblang mengenai pengaruh kegiatan pesaing
terhadap manajemen personalia perusahaan. Bila suatu bank menetapkan
kenaikan gaji untuk tahun yang akan datng, bank-bank lain dapat diperkirakan
akan mengikutinya. Diberbagai industri, seragam, jam kerja dan aturan-aturan
personalia adalah relatip standar dan perubahan-perubahan dalam hal-hal ini sering
disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan personalia para pesaing. Memang hampir
untuk semua bisnis, berbagai kebijaksanaan personalia adalah faktor krusial
untuk memelihara postur pengerjaan yang kompetitif, menarik dan mendapatkan para
karyawan terbaik. Ungkapan seorang manajer personalia berikut memperjelas
masalah ini, “bila kita tidak ingin kehilangan orang-orang terbaik perusahaan,
kita harus secara konsisten mengikuti kebijaksanaan-kebijaksanaan pengupahan, fringe-benefits dan administrasi personalia para pesaing”.
B. Faktor Internal Organisasi
• Karakter Organisasi
Setiap perusahaan adalah unik.Kemiripan di antara
organisasi-organisasi memang
dapat ditemukan pada bagian-bagiannya, tetapi masing-masing organisasi sebagai
keseluruhan mempunyai karakter yang unik. Karakter organisasi merupakan produk
semua ciri organisasi : Orang-orangnya, tujuan-tujuannya, struktur organisasi, teknologi dan peralatan yang digunakan, kebijkasanaan-kebijaksanaannya, ukurannya, umurnya, serikat karyawan, keberhasilannya, dan kegagalannya. Karakter organisasi mencerminkan masa lalu dan menentukan di waktu yang akan datang.
dapat ditemukan pada bagian-bagiannya, tetapi masing-masing organisasi sebagai
keseluruhan mempunyai karakter yang unik. Karakter organisasi merupakan produk
semua ciri organisasi : Orang-orangnya, tujuan-tujuannya, struktur organisasi, teknologi dan peralatan yang digunakan, kebijkasanaan-kebijaksanaannya, ukurannya, umurnya, serikat karyawan, keberhasilannya, dan kegagalannya. Karakter organisasi mencerminkan masa lalu dan menentukan di waktu yang akan datang.
• Kebijakan
Kebijakan juga merupakan rencana karena merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan. Seringkali kebijakan merupakanpernyataan tidak tertulis.Kebijakan membatasi pengambilan keputusan dalam wilayah tertentu dan memastikan agar keputusan tersebut konsisten dan mengarah pada tujuan organisasi.Kebijakan memberi ruang inisiatif dalam pengambilankeputusan.Kebijakan dapat ditemui pada jenjang yang palng bawah sampaiatas.Kebijakan juga dapat ditemui pada departemen organisasi, seperti pemasaran atau keuangan.Membuat kebijakan yang konsisiten dengan tujuan organisasi bukanmerupakan pekerjaan mudah.Ada beberapa alas an. Pertama, beberapa kebijakan tidak tertulis.Dan yang Kedua, inisiatif otonomi dalam kebijakan dapat menghasilkanvariasi yang cukup besar dalam pengambilan keputusan.
• Pemegang Saham dan Dewan Direksi
Pemilik persahaan disebut pemegang saham.Struktur organisasi public yang besar
mempengaruhi organisasi dengan menggunakan hak suara.Secara tradisional,
pemegang saham tertarik pada pendapatan investasi dan membiarkan kegiatan
operasional organisasi dijalankan oleh manajer.Pemegang saham memberikan modal ke organisai dalam bentuk penyertaan.Dengan demikian.Hak dan kewajiban melekat pada kepemilikannya.Hak mereka adalah berbagi keuntungan dan berkewajiban menanggung risiko organisasi jika organisasi bangkrut.
• Serikat Karyawan
Serikat karyawan menyajikan tantangan nyata dalam perusahaan-perusahaan yang
mempunyai organisasi buruh , dan tantangan potensial bagi yang tidak mempunyai.
Dalam perusahaan dengan serikat karyawan, manajemen dan serikat
menandatangani perjanjian kerja yang mengatur berbagai prasyarat kerja seperti
kopensasi, jam kerja dan kondisi kerja. Perjanjian ini membatasi kegiatan-
kegiatan personalia.
• Sistem Informasi
Kualitas kontribusi departemen personalia tergantung pada kualitas informasi yang
digunakan dalam pengambilan keputusa-keputusan personalia.Dalam kenyataannya,
departemen personalia memerlukan sejumlah besar informasi yang terinci.Kemampuanuntuk memperoleh, mengumpulkan, menyimpan, dan mendapatkan kembali informasi merupakan tantangan bagi departemen personalia. Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan perlu mengembangkan sistem informasi sumber daya manusia dengan komputer (computer-based) suatu sistem yang menyimpan informasi secara terincitentang karyawan , pekerjaan dan faktor-faktor lain sesuai
kebutuhan.
• Perbedaan-Perbedaan Individual Karyawan
Orang-orang berbeda satu dengan yang lain dalam banyak hal. Sebagai contoh,
orang-orang berbeda dengan faktor-faktor kepribadian phisik, intelegensia, dan
bakat.Karakteristik-karakteristik manusia yang berbeda-beda ini hendaknya
diperhatikan manajemen personalia dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan perencanaan
sumberdaya manusia, penilaian prestasi kerja karyawan, perencanaan karier dan
administrasi sumberdaya manusia pada umumnya.
• Sistem Nilai Manajer dan Karyawan
Berbagai sistem nilai ini dan norma dan dianut para manajer dan karyawan merupakan
kendala-kendala tambahan yang dihadapi manajer personalia. Pengetahuan tentang
nilai-nilai dan norma-norma kelompok kerja dapat membantu departemen personalia
memecahkan berbagai bentuk konflik nilai yang biasa menyulitkan karyawan.Di
samping itu, pemahaman akal hal itu juga dapat sangat berguna dalam perumusan
berbagai kebijaksaan personalia (seperti, time-off benefits, scheduling kerja,
atau dessin pekerjaan).Sistem-sistem nilai para manajer dan karyawan tidak dapat
diabaikan dalam setiap pengambilan keputusasn-keputusan personalia.
4. Menghadapi Tantangan Kompetitif
melalui Aktivitas MSDM
Era
globalisasidan perdagangan bebas membuat persaingan bisnis semakin
ketat.Ditingkat makro pemerintah perlu meningkatkan kompetensi SDM melalui
peningkatan mutu pendidikan.Sedang ditingkat mikro perusahaan perlu mengadopsi
visi, misi dan strategi yang tepat yang didukung oleh strategi SDM dan budaya
perusahaan pula. Pada dasarnya strategi SDM berkaitan dengan tiga aktivitas
SDMyaitu pengadaan, pemeliharaan,serta pemeliharaan dan pengembangan.
Strategi
SDM perlu dipersiapkan secara seksama khususnya oleh perusahaan-perusahaan agar
mampu menghasilkan keluaran yang mampu bersaing di tingkat
dunia. Kotler (1992) mengingatkan bahwa globalisasi pasar dan
kompetisi menciptakan suatu perubahan yang sangat besar.Strategi yang tepat
harus diaplikasi untuk meraih keberhasilan melalui pemanfaatan peluang-peluang
yang ada pada lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin kompetitif.
Untuk mengembangkan SDM, maka diperlukan strategi khusus
agar mampu bersaing dalam menghadai tantangan kompetitif di era globalisasi.Strategi
pengembangan SDM merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari
sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik,
meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap
organisasi atau perusahaan. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk
kelangsungan sebuah organisasi atau perusahaan berkembang secara lebih dinamis.
Sebab sumber daya manusia merupakan
unsur paling penting di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.Para karyawan
bukanlah mesin yang bisa selalu ditekan tenaganya bagi kelangsungan perusahaan,
sebaiknya pihak perusahaan punya strategi bagaimana langkah yang harus diambil
untuk memberikan kesempatan agar SDM yang ada bisa berkembang lebih baik.
Berikut ini diberikan beberapa cara
yang bisa Anda lakukan sebaga upaya strategi pengembangan SDM tersebut:
1. Memberikan Kesempatan Kepada
Karyawan untuk Menyumbangkan Ide
Karyawan
sebagai bagian dari perusahaan merupakan unsur yang turut mendukung berjalannya
sebuah bisnis usaha atau roda organisasi.Meskipun secara fisik modal atau hak
menjalankannya ada di tangan kita, namun sangat penting bagi kita mendengarkan
masukan atau ide-ide dari para karyawan. Sebab boleh jadi meskipun ia hanya
seorang karyawan namun memiliki gagasan yang lebih fresh dan dibutuhkan oleh
perusahaan. Sebagai seorang pimpinan perusahaan juga mendengarkan apa yang
disuarakan oleh bawahan, tanpa adanya kelapang dadaan seorang pemimpin dalam
mendengarkan ide atau usulan dari bawahannya, bisa dipastikan karyawan tidak
akan berkembang, terlebih jika Anda memperlakukan karyawan seperti mesin kerja
yang hanya digunakan untuk kepentingan bisnis perusahaan.
2. Pemberian Reward dan Punishment
Hal
lain yang bisa menjadi strategi pengembangan SDM adalah upaya apresiasi
terhadap hasil kerja dari karyawan. Apresiasi dibutuhkan untuk lebih memotivasi
seorang karyawan terhadap cara kerjanya di perusahaan. Apresiasi yang baik
diberikan kepada mereka yang memang memiliki dedikasi yang baik pada
perusahaan, mampu menyumbangkan ide dan gagasan yang baik serta memiliki
loyalitas terhadap perusahaan.Sementara punishment diberikan guna membuat
karyawan tersadar dari kelalaian atau kesalahan kerjanya.
3. Mengupayakan Berbagai Pelatihan
Strategi pengembangan SDM yang tak kalah pentingnya adalah
bagaimana upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk terus meningkatkan
skill dan kemampuan seorang karyawan sesuai dengan ranah
kerjanya.Pelatihan-pelatihan sangat penting untuk diadakan, perusahaan lah yang
bertanggung jawab untuk mengadakan upaya peningkatan kemampuan dan skill
terhadap para karyawannya.
Strategi pengembangan SDM pada
hakikatnya bukan hanya untuk kepentingan personal seorang karyawan namun juga
untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan.Strategi pengembangan SDM yang baik
tak hanya akan membuat perusahaan Anda menjadi lebih dinamis, namun juga
hubungan sebagai pemimpin perusahaan dengan para karyawan dapat berjalan lebih
harmonis. Sebab karyawan bukan lah mesin, maka manusia kan lah seorang karyawan
yang sudah bekerja keras untuk kelangsungan bisnis.